
http://jabar.tribunnews.com
Dalam berkendara, keselamatan adalah hal yang paling penting untuk diperhatikan. Saat berkendara memang ada risiko-risiko dalam keselamatan diri. Maka dari itu jangan anggap remeh soal keselamatan dalam berkendara ini. Salah satu hal yang sangat mempengaruhi keselamatan dalam berkendara adalah pengereman. Meski terlihat mudah, tapi sebenarnya ada banyak kesalahan yang dilakukan oleh pengendara motor ketika melakukan pengereman. Bila pengendara sudah melakukan kesalahan dalam pengereman, bisa saja membuatnya mengalami risiko-risiko dalam kaitannya dengan keselamatan diri tadi. Maka dari itu sudah selayaknya kita mengetahui cara atau teknik pengereman motor yang baik dan benar agar keamanan dan keselamatan diri dapat tercapai. Berikut beberapa cara atau teknik pengereman yang baik dan benar tersebut.
Rem Depan atau Keduanya
Dalam teori umum, pengereman yang baik dan efektif bukanlah dengan menggunakan salah satu bagian rem, tapi dilakukan secara bersamaan antara rem depan dan belakang. Kekuatan penekanan sendiri tidak harus 100 persen dengan kekuatan penuh, tapi harus melihat kondisi tertentu. Jika memang pengereman keduanya tidak memungkinkan maka cara tepat memperlambat atau menghentikan laju kotor adalah dengan menggunakan rem depan.
Pengereman Pada Kecepatan Tertentu
Faktor kecepatan juga memiliki pengaruh pada cara atau teknik pengereman motor. Jika motor sedang dipacu pada kecepatan tinggi yakni diatas 80 km/jam ke atas, maka teknik pengereman yang seharusnya adalah menggunakan rem depan terlebih dahulu. Kemudian setelah kecepatan menurun baru lakukan pengereman belakang. Jika Kecepatan motor dipacu antara 30 sampai 80 km/jam maka teknik pengeremannya adalah kombinasi antara rem depan dan belakang. Dan bila hanya melaju di kecepatan 30 km/jam, cukup gunakan rem belakang saja.
Cara Menekan dan Menginjak Rem
Berikutnya, hal yang juga patut dipahami dalam teknik pengereman yang benar adalah cara menekan rem. Untuk rem depan, teknik penekanan rem adalah dengan menekannya menggunakan dua jari saja, yakni jari telunjuk dan jari tengah. Untuk tiga jari sisanya akan digunakan untuk menahan bobot tubuh. Sedangkan untuk teknik penginjakan rem belakang maka lakukan saja sesuai kebutuhan yakni bila memang tidak terlalu darurat, injak seperlunya. Tapi bila dalam keadaan darurat injak rem belakang ini dengan maksimal.
Perhatikan Kondisi Jalan
Faktor yang penting juga dalam pengereman adalah kondisi jalan. Bila Anda sedang berkendara pada lintasan yang basah maka Anda tidak bisa melakukan pengereman secara mendadak dan kencang. Sebab hal ini bisa membuat motor selip dan jatuh. Maka dari itu seringkali kita diingatkan untuk selalu berhati-hati dan tidak memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi saat kondisi jalan basah. Kondisi jalan lain yang perlu diwaspadai adalah jalanan menurun. Jika Anda sedang melintasi medan menurun maka penggunaan kedua rem yakni rem depan dan belakang sangat diperlukan agar motor tetap stabil dan tidak ngesot.
Pengereman Saat Menikung
Kondisi pengeraman lain yang sering salah dilakukan pengendara adalah saat motor menikung. Tidak sedikit pengendara yang melakukan pengereman saat menikung. Tentu ini adalah hal yang salah. Apalagi bila Anda sedang memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi, maka pengereman yang dilakukan saat menikung justru akan membahayakan. Teknik yang benar dalam pengereman saat menikung adaah melakukan pengereman sebelum masuk tikungan. Ketika masuk tikungan Anda hanya perlu fokus membelokkan motor. Dengan teknik pengereman yang demikian maka keamanan dan keselamatan diri saat menikung akan tercapai.






























